Viral Pengunjung Membeludak di Jembatan Gantung Situ Gunung, Netizen: Takut Roboh

JAKARTA – Menikmati liburan akhir tahun masih dilakukan masyarakat. Berbagai destinasi wisata pun ramai pengunjung, salah satunya Jembatan Gantung Situ Gunung di Sukabumi, Jawa Barat.
Di momen ini, pengunjung membludak menikmati liburan di jembatan gantung yang terkenal menyajikan keindahan pemandangan alam dan hijaunya pepohonan. Fenomena ramainya Jembatan Gantung Situ Gunung itu viral usai diunggah akun TikTok @ajriyan17.
Video tersebut diunggah pada Kamis, 1 Januari 2026, di tengah momen liburan awal tahun.
“Selesai Anda berfoto, lanjut berjalan meski perlahan,” ucap petugas di Jembatan Situ Gunung itu.
Dari video tersebut, tampak jembatan gantung itu dipenuhi para wisatawan yang ingin melintas di atasnya. Mereka pun kompak mengenakan jas hujan imbas cuaca tak menentu. Para pengunjung mulai berjalan perlahan dan mengikuti instruksi. Mereka juga menikmati pemandangan alam sekaligus berpose di atas jembatan gantung tersebut.
Meski terlihat penuh sesak, pemilik akun mengatakan para pengunjung tetap kondusif. Jumlah wisatawan yang menaiki jembatan tersebut juga masih sesuai kapasitas dan tetap memenuhi persyaratan keamanan.
“Video ini terlihat padat, namun perlu diketahui jumlah wisatawan yang melintas sudah sesuai batas aman jembatan dan diawasi petugas,” tambahnya. Video penampakan Jembatan Gantung Situ Gunung di Sukabumi yang padat pengunjung ini sontak menuai berbagai reaksi para netizen.
Warganet pun ikut ngeri melihat membludaknya para pengunjung di jembatan tersebut dan meminta wisatawan tetap berhati-hati saat liburan.
“Hati-hati overkapasitas,” kata akun @ar******.
“Seram, takut roboh,” sambung @us*****.
“Tetap hati-hati walaupun diawasi petugas,” tambah @re*****.
Profil Epy Kusnandar, Bos Preman yang Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

KABAR mengejutkan datang dari Aktor senior Epy Kusnandar. Dia diamankan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat terkait dugaan penyalahgunaan narkoba. Penangkapan Epy Kusnandar dibenarkan oleh Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol M Syahduddi.
“Iya benar (Epy Kusnandar ditangkap),” kata Syahduddi saat dihubungi wartawan Jumat (10/5/2024).
Syahduddi belum menjelaskan secara rinci terkait penangkapan bintang sinetron Preman Pensiun tersebut. Pihak berwajib juga belum membeberkan terkait barang bukti dari penangkapan Epy. Epy Kusnandar merupakan seorang aktor kawakan yang telah malang melintang di industri hiburan Indonesia. Dia telah aktif di kegiatan teater sejak masih duduk di bangku sekolah menengah. Meski sudah lulus SMA pada tahun 1983, Epy baru melanjutkan studi ke Institut Kesenian Jakarta pada tahun 1989. Epy sendiri memulai kariernya di dunia seni peran dengan berakting dalam sinetron 1 Kakak 7 Ponakan pada tahun 1996. Epy sempat menikah dan dikaruniai dua orang anak yang diberi nama Qodrat Pratama Putra pada tahun 1990 dan Damar Rizal Marzuki pada 1992. Pada 27 Juli 2008, Epy menikah untuk kedua kalinya dengan Karina Ranau, yang juga berprofesi sebagai seorang pemeran. Pernikahan ini tercatat di Kantor Urusan Agama Palembang.
Mereka dianugerahi satu orang anak bernama Quentin Stanislavski Kusnandar pada tahun 2009. Pada 2013, Epy dikabarkan menggugat cerai Karina melalui layanan pesan singkat. Namun, setelahnya tidak ada lagi kabar mengenai proses perceraian tersebut dan rumah tangga mereka terlihat baik-baik saja.
Epy Kusnandar sempat membuat heboh para penggemar Preman Pensiun ketika ramai dikabarkan pindah agama, dari Islam menjadi Kristen. Isu itu bermula dari sebuah video yang diunggah akun YouTube Arensha TV.
Video itu memasang wajah sang komedian dengan latar sebuah salib dan judul bertuliskan “Sakit Tak Kunjung Sembuh, Artis Ini Pilih Pindah Agama”.
(Leonardus Selwyn)
Prilly Latuconsina Open To Work Ternyata Gimmick Iklan Pasta Gigi, Netizen: Kayak Ngeledek Orang Susah Nyari Kerja

JAKARTA – Artis Prilly Latuconsina beberapa waktu lalu membuat heboh publik karena memasang badge #OpenToWork di akun LinkedIn-nya. Publik langsung ramai berkomentar atas hal tersebut, mulai dari menanggapi dengan candaan hingga kritik serius.
Pasalnya, hal ini jarang dilakukan publik figur seperti dirinya. Apalagi, Prilly selama ini dikenal dengan berbagai kesibukan di industri perfilman.
Setelah beberapa hari dipasang, kabarnya Prilly menerima puluhan ribu tawaran kerja dari HR berbagai perusahaan yang ingin merekrutnya. Prilly saat itu mengungkap bahwa dirinya ingin belajar hal baru, seperti menjadi sales agar dapat bertemu langsung dengan banyak orang dan memahami kebutuhan mereka. Terkini, Prilly kedapatan berada dalam sebuah promosi pasta gigi. Di mana ia tampak bekerja seolah sebagai sales dalam acara tersebut.
Sontak publik mengaitkan badge #OpenToWork Prilly yang disebut hanya bagian dari promosi pasta gigi tersebut. Namun, apa yang dilakukan Prilly ternyata membuat publik kecewa.
Mereka menilai saat Indonesia sedang krisis lapangan pekerjaan, Prilly justru mencari pekerjaan di LinkedIn yang membuat masyarakat merasa saingannya semakin berat. Terlebih, hal itu ternyata dilakukan hanya untuk promosi sebuah brand. Warganet menilai permasalahan yang dialami banyak orang soal sulitnya mencari pekerjaan kini justru dijadikan bahan promosi. Hal tersebut diungkap dalam konten TikTok akun anaaprn. “Sebagai orang yang struggle nyari kerjaan, ini sih ngeselin. Tapi sebagai tim marketing, big applause! Banyak yang kegocek sama campaign-nya,” tulis akun tersebut.
Postingan itu pun dipenuhi komentar kekecewaan dari warganet.
“Kayak ngeledekin orang-orang yang lagi berjuang susahnya cari kerja,” tulis akun Nengauliaa12.
“Loh, buat campaign pasta gigi? Kok bisa? Mana kemarin sudah terlanjur percaya lagi,” tulis akun anodya.
“Sumpah sih kesel sama tuh artis, dia sudah punya segalanya ngapain coba pakai iseng-iseng open to work,” tulis akun INFJ_.
Kakek Penjual Es Gabus Ketahuan Bohong, Dedi Mulyadi: Kalau Ingin Hidup Maju Harus jujur

JAKARTA – Sebuah momen emosional sekaligus penuh pelajaran terekam saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bertemu dengan kakek penjual es gabus yang belakangan viral karena difitnah menjual es dari spons oleh aparat.
Namun, di balik empati dan bantuan besar yang diberikan netizen serta berbagai pihak, terselip sikap ketidakjujuran yang terungkap saat kakek penjual es gabus ditanyai soal kondisi ekonomi oleh Dedi Mulyadi.
Dalam pertemuan yang diunggah Dedi di media sosialnya itu, sang kakek tampak menangis tersedu-sedu di hadapan Dedi Mulyadi. Ia mengaku sudah empat hari tidak berjualan karena trauma. Padahal, dirinya memiliki beban ekonomi, mulai dari tunggakan kontrakan hingga biaya sekolah cucunya yang diklaim mencapai Rp1,5 juta.
“Saya mau nangis, Pak. Belum bayar kontrakan, belum bayar sekolah,” kata sang kakek, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Namun, kecurigaan muncul saat Dedi Mulyadi melakukan verifikasi singkat terkait beban ekonomi yang tengah ditanggung sang kakek. Sang kakek menyebut biaya sekolah dasar (SD) mencapai Rp200.000 per bulan dan menunggak selama sebulan, namun ia menyebut angka total Rp1,5 juta. Dedi sempat terkejut dengan nominal yang diungkap sang kakek. Pasalnya, nominal tersebut tidak sesuai dengan ungkapan sang kakek sebelumnya, yakni menunggak bayaran selama satu bulan. Apalagi, cucunya bersekolah di sekolah negeri.
“Sebulannya katanya 200. Harus dipastiin dulu sama saya. Saya yakin bukan sekolah negeri, deh. Enggak mungkin, Pak, sekolah negeri SD bayar 200,” tutur Dedi.
Mendapati keterangan yang berubah-ubah dan tidak sinkron, Dedi Mulyadi langsung memberikan teguran. Ia mengingatkan bahwa kesulitan hidup tidak boleh dijadikan alasan untuk memanipulasi fakta, terutama saat mendapat empati dan bantuan.
“Bapak ini empat bulan apa sebulan sekolahan belum bayarannya? Sebulan. Berarti 200 dong, bukan sejuta setengah. Jangan ngarang. Kalau ingin hidup maju harus jujur. Kalau kitanya tidak jujur, nanti banyak dapat susah dalam hidupnya,” tegas dia.
Meski demikian, jiwa sosial Dedi Mulyadi tidak surut. Ia memutuskan untuk melunasi seluruh beban utang sang kakek dengan total mencapai Rp10.000.000.
Di antaranya untuk sewa kontrakan selama satu tahun senilai Rp9,6 juta, pelunasan utang beras di warung sebesar Rp200.000, tunggakan sekolah sebesar Rp200.000, serta modal usaha tambahan tunai sebesar Rp2.000.000.
Namun, karena faktor “ketidakjujuran” tadi, Dedi Mulyadi memilih untuk tidak menyerahkan uang kontrakan dan sekolah secara langsung kepada sang kakek. Ia menginstruksikan stafnya untuk membayar langsung ke pemilik kontrakan, pemilik warung, dan pihak sekolah guna memastikan bantuan tersebut tepat sasaran.
“Bayaran sekolahnya saya cek dulu, Pak. Kontrakannya akan saya bayarin setahun langsung ke kontrakannya. Saya nggak percaya sama bapak ini bayar kontrakan sama sekolah. Bayar ke warungnya langsung nanti staf saya yang bayarin. Nah, ini aja buat modal bapak dua juta,” tandas Dedi.
Viral, Pedagang Sate Guling-gulingan di Trotoar Malioboro Saat Kena Razia Satpol PP

JAKARTA – Viral seorang pedagang sate menangis histeris di kawasan pedestrian Malioboro, Kota Yogyakarta. Pedagang sate yang diketahui merupakan seorang perempuan itu tampak histeris hingga guling-guling di trotoar.
Peristiwa tersebut terjadi saat Satpol PP Kota Yogyakarta melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan yang dilarang untuk berjualan. Dalam video yang viral, pedagang sate tersebut awalnya terlihat berlarian bersama pedagang lainnya.
Namun, ia tak kuasa menahan luapan emosi ketika petugas Satpol PP menertibkan dagangannya. Dikutip dari Area Jogja, Minggu (1/2/2026), kejadian ini pun menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Penertiban dilakukan karena kawasan Malioboro tidak diperkenankan untuk aktivitas PKL. Selain itu, terdapat keluhan dari wisatawan terkait asap sate yang dinilai cukup mengganggu kenyamanan di kawasan tersebut.
Kondisi ini memicu beragam reaksi dari warganet. Ada yang mendukung penertiban, namun tak sedikit pula yang menyayangkan tindakan tersebut. Berikut sejumlah komentar netizen: Lukman Hakim : Negara kok ngoyo-ngoyo. Rakyat mencari pangan secara naluri dengan mencari tempat yang ramai. Dipindah ke tempat sepi, ya jangan salahkan jika mereka kembali lagi. Urusan perut tidak bisa ditunda.
Dokter ODGJ : Asap sate sangat mengganggu di kawasan Malioboro, Bang. Jadi wajar jika ditertibkan.
Fa: Gantilah modal keseluruhan dagangan ibu itu. Kasihan.
Calla Lily : Satpol PP Jogja
Jhon Nandor : Mau jadi apa Indonesia? Rakyatnya dibuat menderita seperti ini. Ya Allah.
Peh : Jika warga asli Jogja, tidak akan guling-guling seperti itu.
Joni Tanto : Jika tidak tegas, PKL akan semakin bertambah banyak, sulit diatur, dan membuat pemandangan menjadi kumuh.
Reni Smg : Bisa saja disuruh pergi, tetapi jangan disita dagangannya. Alangkah baiknya disediakan tempat atau lahan khusus untuk UMKM kecil. Ibu ini pasti sangat kecewa, tetapi apa yang bisa kita lakukan.Delvina Salon : Sudah disediakan tempat di Teras Malioboro. Strategis dan bersih, semua UMKM masuk ke sana. Penjual sate ini juga bukan warga lokal Jogja. Semua sudah ditata dan diperingatkan sejak dua tahun lalu. Yang lain patuh, kok.



